Riyadh, Terdapat pepatah minang “Kaba baiak baimbaukan, kaba buruak baambauan” (berita baik resmi dikabarkan berita buruk dikabarkan mulut kemulut) yang dirasakan oleh perantau minang dimanapun atas musibah yang terjadi di sumatera barat. Terjadinya musibah galodo (banjir bandang), banjir, tanah longsor sehingga akses jalan yang terputus dan banyak daerah terisolir di sebagian besar wilayah sumatera barat akibat curah hujan tiada henti dalam seminggu, puluhan korban nyawa berjatuhan dimana mana dan puluhan yang hilang termasuk hancurnya ratusan bangunan, turut mengetuk kepiluan hati perantau minang di arab saudi tergabung dalam “Minang Saiyo”. Meskipun berjarak ribuan kilometer, tanpa menunggu komando resmi dari kampung halaman, iakatan bathin dengan kampung halaman inilah membuat perantau minang saiyo yang berdomisili di kota Riyadh langsung mengambil langkah cepat melakukan doa bersama sekaligus memulai penggalangan dana dari perantau untuk kampung. Menurut ketua Minang Saiyo Andi Maulana Syafli kegiatan doa bersama merupakan respon mendadak perantau khusus yang berada di kota Riyadh sebagai panggilan hati anak minang atas kepiluan dan duka yang dialami saudara dan keluarga jauh di kampung halaman minangkabau.
Andi lebih lanjut menyampaikan bahwa anggota Minang Saiyo seluruh arab saudi terdata sekitar dua ratus orang lebih yang berdomisili di berbagai kota di arab saudi utamanya kota besar seperti riyadh, jeddah, dammam, madinah, mekkah qassim, hafar bathin. Perantau terdiri dari berbagai tenaga profesional termasuk mahasiswa di berbagai kampus seuruh arab saudi. Kegiatan doa bersama baru dilakukan di riyadh dihadiri tiga puluh orang perantau mengingat kesibukan dan mengatur waktu bekerja juga karena jarak antara masing masing kota berjauhan antara empat ratus kilo sampai seribu lebih dari kota riyadh dan antar kota paling pendek tiga ratus kilometer.

Selain doa bersama untuk kampung halaman, minang saiyo juga mulai menggalang dana kepada seluruh perantau minangkabau di arab saudi termasuk mengupayakan dana dari muhsinin lainnya baik WNI maupun orang asing di arab saudi yang ingin menyumbangkan sebagian riskinya sebagai bentuk kepedulian kepada bencana di sumatera barat. Demi menjaga kepercayaan para donator atas amanah yang dititipkan, nantinya dana akan diserahkan langsung perwakilan perantau yang kebetulan akan pulang liburan ke Indonesia kepada pemerintah provinsi sumatera barat sehingga dapat disalurkan secara bertanggung jawab dan merata sesuai prioritas berapapun yang didapatkan.
Salah satu penasehat minang saiyo Erianto Nazar sekaligus menginisiasi doa bersama langsung berpesan, selain doa, saatnya kita sekarang bersama merogoh kantong masing masing, melakukan upaya yang mungkin selain doa berupa menggalang dana, merasakan kepedihan saudara kita di kampung halaman. Tidak mungkin kita turun langsung ke lokasi bencana dengan tenaga namun dengan aksi nyata berupa doa serta ikhtiar mengumpulkan dana inilah yang bisa kita lakukan kata Erianto yang sehari hari sebagai Atase Hukum pada KBRI Riyadh.
Hal yang sama juga disampaikan penasehat Minang Saiyo lainnya, Mahendra sekaligus pejabat bidang sosial budaya KBRI serta perawat senior Fitri Muis yang sudah 30 tahun di Riyadh menghimbau kita bersama sama ikut turun melakukan apa yang bisa dan demi memastikan bahwa penggalangan dana ini dilakukan secara maksimal dan bertanggung jawab. Semoga allah mudahkan ikhtiar ini. Amiin.
Sumber :
Erianto Nazar, S.H.,M.H.,
Atase Hukum pada KBRI Riyadh.
