Foto : Penyaluran Bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Banjar
Banjarbaru – LATIVI NEWS
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memerintahkan kepada seluruh SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) untuk terjun langsung membantu korban banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota .
Melaksankan intruksi tersebut dan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana, beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turun langsung bagikan bantuan. Rabu (31/12/2025).
Kabupaten Banjar
Di kawasan Teluk Selong, Martapura, kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala DKP Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, bersama jajaran.
Bantuan yang disalurkan meliputi 500 bungkus nasi siap saji, paket sembako berisi beras, mi instan, dan air mineral, serta bantuan dana terbatas yang diperuntukkan bagi anak-anak dan ibu-ibu.
Lokasi lain ,di Desa Sungai Alat , Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPAKB) Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin langsung oleh menyalurkan Kepala DPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah menyalurkan bantuan yang difokuskan pada kebutuhan anak-anak dan perempuan, meliputi perlengkapan anak seperti handuk, selimut, minyak telon, minyak kayu putih, biskuit, popok, celana dan singlet bayi, serta kebutuhan perempuan antara lain sarung perempuan, pembalut, handuk, dan hijab. Selain itu, DPPAKB Kalsel juga menyalurkan 60 paket makanan anak yang berisi mi instan, susu, biskuit, roti, dan wafer.
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, menyalurkan bantuan kepada kurang lebih 600 kepala keluarga di Desa Penggalaman berupa beras sebanyak dua ton serta lebih dari 300 bungkus mi instan.
Dari pengamatan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman yang turun langsung ke lokasi ,banjir di Desa Penggalaman diperkirakan dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi, terutama kaum ibu dan anak-anak, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah.
Selain berdampak pada pemukiman, banjir juga merendam lahan pertanian warga. Syamsir menuturkan, sebagian besar tanaman padi yang baru ditanam terancam gagal panen sehingga memengaruhi mata pencaharian masyarakat.
“Ke depan, kami akan menyiapkan bantuan lanjutan berupa benih padi dan sarana pertanian lainnya. Karena bagi warga di sini, bertani padi merupakan sumber penghidupan utama,” jelasnya.
Di Desa Pematang Baru, Kabupaten Banjar penyaluran bantuan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan berupa 132 paket sembako yang berisi kebutuhan pokok, antara lain gula, teh, minyak goreng, dan mi instan. Seluruh bantuan tersebut telah diserahkan kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak banjir.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Untuk Desa Jambu Hilir, Kandangan, Kabupaten Hulu Singai Selatann (HSS), bantuan sembako diserahkan oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi kepada Lurah Jambu Hilir, Rudi Perdana Kusuma di Kantor Kelurahan setempat.
Penyaluran sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok harian warga yang aktivitas ekonominya sempat terganggu akibat luapan air.
(MN)
