Banjarbaru – LATIVI NEWS

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis ekspor Kalimantan Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$1.071,98 juta, atau turun sebesar 1,49 persen dibandingkan Juli 2026 yang senilai US$1.088,20 juta. Penurunan ini terjadi meskipun secara tahunan ekspor Agustus 2026 masih naik 12,05 persen dibandingkan Agustus 2025.

“Ekspor terbesar Kalimantan Selatan pada Agustus 2026 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$876,94 juta, turun sebesar 4,16 persen dibandingkan ekspor Juli 2026 yang sebesar

US$915,01 juta. Pada urutan kedua adalah kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor sebesar US$143,38 juta, naik sebesar 12,60 persen dibandingkan ekspor Juli 2026 yang mencapai US$127,33 juta,” kata Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor Agustus 2026, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 81,81 persen dan diikuti oleh kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan kontribusi sebesar 13,38 persen. Berikutnya di urutan ketiga, keempat, dan kelima terdapat kayu dan barang dari kayu (HS 44), besi dan baja (HS 72), serta aneka produk kimia (HS 38) dengan kontribusi masing-masing sebesar 1,50 persen, 0,99 persen, dan 0,94 persen.

“Nilai impor Kalimantan Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$144,85 juta. Nilai ini meningkat sebesar 74,61 persen dibandingkan Juli 2026 yang sebesar US$82,96 juta. Namun, jika dibandingkan dengan nilai impor Agustus 2025 yang mencapai US$114,19 juta, maka nilai impor Agustus 2026 mengalami peningkatan sebesar 26,85 persen,” kata Hanief.

Hanief pun menjelaskan, lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Agustus 2026 yang masuk ke Kalimantan Selatan adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$127,44 juta dengan kontribusi sebesar 87,98 persen; diikuti kelompok kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) senilai US$5,07 juta dengan kontribusi sebesar 3,50 persen; kelompok reaktor nuklir, ketel, mesin, dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) senilai US$4,30 juta dengan kontribusi sebesar 2,97 persen; kelompok perabotan, keperluan tidur, kasur, alas kasur, bantalan kursi, dan perabotan semisalnya (HS 94) senilai US$3,55 juta dengan

kontribusi sebesar 2,45 persen; serta kelompok bahan kimia organik (HS 29) senilai US$1,50 juta dengan kontribusi sebesar 1,03 persen terhadap total impor Agustus 2026.

“Impor Kalimantan Selatan pada Agustus 2026 menurut pelabuhan menunjukkan bahwa nilai impor tertinggi berasal dari Pelabuhan Kotabaru sebesar US$110,80 juta, kemudian diikuti oleh Pelabuhan Banjarmasin sebesar US$22,32 juta, serta Pelabuhan Batulicin sebesar

US$11,68 juta. Selanjutnya, impor melalui Pelabuhan Balikpapan / Sepinggan (U) tercatat sebesar US$0,03 juta, dan Pelabuhan Banjar Masin / Samsudin Noor (U) sebesar US$0,01 juta,” ujar Hanief.

(MN/scw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *