Tanah Datar, Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) tak dapat dihindari, termasuk dalam dunia pendidikan. Menyadari hal itu, para dosen dari Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan khusus bagi para guru Sosiologi se-Kabupaten Tanah Datar, Minggu ( 10/08/25).

Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Rambatan melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM), sebagai bagian dari skema pengabdian masyarakat UNP. Acara ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Guru Sosiologi Kabupaten Tanah Datar, Ahda, S.Pd., MM., yang menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Guru tidak boleh ketinggalan zaman. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, kita bisa menciptakan proses belajar yang lebih efisien dan bermakna,” tegas Ahda dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Reno Fernandes, M.Pd., menekankan bahwa pemanfaatan AI harus sejalan dengan prinsip etika human-centered. “Teknologi hanyalah alat. Etika dan nalar manusialah yang menjadi penentu kualitas modul ajar yang dihasilkan,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan guru menghadapi siswa yang kini tumbuh sebagai generasi digital native.
Pelatihan inti menghadirkan dua pemateri kompeten. Gusmira Wita, S.Pd.Gr., M.Pd., membawakan materi tentang strategi menyusun modul ajar menggunakan bantuan AI, sedangkan Rhavy Ferdyan, S.Pd., M.Pd., memandu sesi praktik langsung penggunaan tools AI seperti Quillbot dan Writehuman.
Kendati memberikan kemudahan, kedua pemateri menegaskan pentingnya validasi dan verifikasi terhadap hasil kerja AI. Guru diimbau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap referensi, meskipun telah disediakan oleh AI, dan memastikan keakuratannya melalui sumber-sumber ilmiah seperti Google Scholar.
Tak hanya itu, para peserta juga diperkenalkan pada Originality.AI, sebuah perangkat deteksi teks hasil AI, guna mendorong kesadaran kritis dan tanggung jawab akademik dalam menyusun materi ajar.
Kegiatan ini ditutup oleh Dr. Reno Fernandes dengan sebuah pesan reflektif, “Secanggih apa pun AI, kita sebagai manusia tetap harus melakukan evaluasi dan pengolahan informasi, karena kita memiliki akal dan pikiran.”
Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan fondasi etika dalam pemanfaatan teknologi, menegaskan komitmen UNP dalam mendampingi para pendidik menuju transformasi pembelajaran yang cerdas dan bermartabat.
Penulis : Rizki Ahmad Rifandi
