Jakarta – LATIVI NEWS
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kuntadi, menginstruksikan pimpinan Kejaksaan di daerah untuk mencermati satuan kerja yang capaian penanganan perkara tindak pidana khususnya masih nihil, sembari memastikan setiap perkara yang ditangani benar-benar berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Arahan tersebut disampaikan Jampidsus saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Perkara dan Penyerapan Anggaran Bidang Tindak Pidana Khusus Wilayah Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia secara virtual pada Rabu, 4 November 2026.
Menurut Jampidsus, evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja penanganan perkara tindak pidana khusus di seluruh wilayah Indonesia penting diperhatikan. Salah satu poin krusial yang disoroti Jampidsus adalah masih tingginya angka tunggakan penyelesaian perkara.
“Tolok ukur penanganan perkara yang berkualitas tidak hanya dilihat dari substansinya, tetapi juga dari kecepatan dan kepastian penyelesaiannya,” kata Kuntadi.
Jampidsus menegaskan penanganan perkara yang berkualitas tercermin melalui proses yang profesional, terukur, dan akuntabel, serta berjalan selaras dengan upaya pencegahan korupsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, perhatian diberikan secara khusus kepada jajaran di daerah agar senantiasa peka terhadap isu strategis yang berkembang dan menyusun skala prioritas perkara yang harus diselesaikan.
Evaluasi berkala serta pengendalian perkara juga ditekankan agar dilakukan sejak tahap awal guna menjaga kesinambungan penanganan perkara di setiap satuan kerja.
Peringatkan Jajaran Jaga Integritas
Selain menyinggung soal penanganan perkara, Jampidsus dalam kesempatan itu memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran penyidik maupun penuntut umum agar senantiasa menjaga profesionalitas dan integritas.
Ia melarang keras jajaran Pidsus bersikap mengada-ada atau mencari-cari kesalahan pihak tertentu hanya demi mengejar pemenuhan target penanganan perkara.
Sebelumnya, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus), Didik Farkhan Alisyahdi yang mengawali sambutan pembukaan kegiatan Rapat Monev ini memberikan perhatian khusus terkait optimalisasi realisasi anggaran menjelang akhir tahun.
Sesjampidsus menginstruksikan seluruh satuan kerja di daerah untuk segera mempercepat penyerapan anggaran, khususnya yang bersumber dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara.
Guna memastikan target serapan tercapai secara efektif, Didik Farkhan mengarahkan strategi pengelolaan dengan mendahulukan penyerapan anggaran tambahan terlebih dahulu. Untuk itu, jajaran Bidang Tindak Pidana Khusus diminta membangun koordinasi dan sinergi yang intensif dengan bagian keuangan pada Bidang Pembinaan di masing-masing satuan kerja.
(MN)
