Agam, Momen penutupan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Palupuh, Kamis,13/8/26.

Turut hadirnya Kolonel Laut (E) Herry, S.T., M.T., M.Tr.Hanla, putra asli Simaung , Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, yang kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Senjata dan Elektronika Kodaeral II, Padang.

Kehadiran Kolonel Laut Herry menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Simaung Palupuh.

Di tengah acara penutupan TMMD yang dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat, sosok perwira TNI AL yang sukses meniti karier di tingkat nasional ini hadir sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat kampung halamannya.

Pria yang kini berusia 48 tahun tersebut merupakan anak bungsu dari pasangan Ayah Hamid dan Ibu Syamsinar.

Tumbuh sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, Herry dibesarkan dengan nilai-nilai agama, adat, pendidikan, kedisiplinan dan kerja keras yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil.

Nilai agama menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan hidupnya. Didikan keluarga mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang jabatan dan pencapaian, tetapi juga tentang keimanan, rasa syukur, amanah, rendah hati serta memberikan manfaat bagi orang lain.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari karakter yang terus dibawa Herry dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Semangat tersebut pula yang tercermin dalam perjalanan Herry, berusaha meraih keberhasilan dengan tetap menjunjung nilai agama, menghormati orang tua, menjaga silaturahmi dan tidak melupakan kampung halaman.

Dari kampun Simaung, Herry menapaki perjalanan panjang hingga dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Namun, keberhasilan tersebut tidak membuatnya jauh dari akar tempat ia dibesarkan.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas negara, Herry tetap menyempatkan diri pulang ke kampung halaman setiap kali memiliki kesempatan. Bersilaturahmi dengan keluarga, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian yang tetap dijaga.

Bagi masyarakat Palupuh, sosok Kolonel Laut Herry bukan hanya menjadi kebanggaan karena keberhasilannya meraih jabatan strategis, tetapi juga karena nilai agama, adat, keluarga dan kampung halaman tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Kehadirannya pada penutupan TMMD ke-129 menjadi momen yang mempertemukan seorang putra daerah dengan masyarakat di tanah kelahirannya. Sebuah gambaran bahwa setinggi apa pun jabatan dan sejauh apa pun langkah pengabdian, kampung halaman, orang tua, agama dan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi akar yang tidak boleh dilupakan.

Penulis: Rizki Ahmad Rifandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *