Tanggerang- LATIVI NEWS
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meraih prestasi nasional dengan menyabet juara pertama kategori Inovasi dan Kreativitas Terbaik dalam ajang Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Awards 2026. Minggu (18/10/26)
Penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso tersebut menjadi pengakuan atas upaya Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha, khususnya eksportir.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan penghargaan tersebut diraih di tengah persaingan 103 IPSKA yang tersebar di seluruh Indonesia. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pelayanan penerbitan dokumen ekspor yang mudah, efektif, dan sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan berhasil meraih juara pertama dalam kategori inovasi dan kreativitas terbaik se-Indonesia. Ini merupakan hasil dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha, sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, agar proses pelayanan perdagangan semakin mudah dan mendukung kegiatan ekspor,” ujar Ahmad Bagiawan.
Menurutnya, kemudahan pelayanan bagi eksportir merupakan salah satu fokus Dinas Perdagangan Kalsel, terutama dalam penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO). Dokumen tersebut menerangkan asal barang yang diperdagangkan dan dibutuhkan oleh pembeli atau buyer di luar negeri sebagai bagian dari persyaratan perdagangan internasional.
Gia menjelaskan, penerbitan COO merupakan bagian dari rangkaian proses ekspor yang harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Setelah kewajiban perpajakan, kepabeanan, serta pemeriksaan karantina apabila diperlukan diselesaikan, dokumen keterangan asal diterbitkan melalui instansi yang berwenang.
“Kami ingin memastikan para eksportir mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengalami kendala yang tidak perlu dalam pengurusan dokumen. Prinsipnya, selama persyaratan dan ketentuannya terpenuhi, kami berupaya memberikan kemudahan agar kegiatan ekspor dari Kalimantan Selatan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan ekspor juga berkaitan erat dengan target pertumbuhan perdagangan luar negeri Kalimantan Selatan. Pada 2025, nilai ekspor daerah disebut telah mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp160 triliun.
Untuk tahun 2026, Dinas Perdagangan Kalsel mendorong peningkatan nilai ekspor hingga mencapai 11 miliar dolar AS, dengan harapan nilai ekspor dapat mendekati Rp200 triliun.
“Target kami tahun ini tentu ingin lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika pada 2025 nilai ekspor sudah mencapai sekitar 10 miliar dolar AS, maka pada 2026 kami berupaya mendorongnya hingga 11 miliar dolar AS. Harapannya, nilai ekspor kita bisa semakin besar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ungkap Gia.
Ia menerangkan, peningkatan ekspor tidak hanya berdampak pada aktivitas usaha dan penerimaan devisa, tetapi juga berpotensi memperkuat kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian daerah. Karena itu, dukungan terhadap eksportir perlu dilakukan melalui peningkatan layanan, penguatan koordinasi, serta kemudahan pengurusan dokumen yang menjadi kebutuhan dalam perdagangan internasional.
Penghargaan IPSKA Awards 2026 juga diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan penerbitan SKA di Kalimantan Selatan. Ahmad menyebut masih terdapat perusahaan yang mengurus dokumen keterangan asal melalui IPSKA di luar daerah, termasuk di Surabaya dan Jakarta.
“Kami berharap, dengan diraihnya penghargaan ini, semakin banyak perusahaan dan eksportir yang mempercayakan pengurusan SKA atau COO melalui IPSKA Kalimantan Selatan. Potensi ekspor daerah kita sangat besar, sehingga sudah sepatutnya layanan pendukung ekspor juga dapat dimanfaatkan secara optimal di daerah sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Gia menegaskan Dinas Perdagangan Kalsel akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat peran IPSKA sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap dunia usaha. Inovasi pelayanan diharapkan mampu menjawab kebutuhan eksportir sekaligus mendorong semakin banyak produk unggulan Kalimantan Selatan menembus pasar internasional.
“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus berbenah. Kami ingin pelayanan perdagangan di Kalimantan Selatan semakin dipercaya, semakin berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta perekonomian Banua,” tutupnya.
Prestasi tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat daya saing perdagangan daerah, meningkatkan kepercayaan eksportir, serta mendorong pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.
(MN/scw)
