Pariaman, Sebanyak 125 siswa MTs Negeri 1 Pariaman diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, (14/09/26).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan, mulai dari mual, pusing, muntah-muntah hingga sesak napas.

Para siswa yang mengalami gejala kemudian mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke dua fasilitas kesehatan, yakni RS Sadikin dan RSUD M. Yamin.

Kepala MTs Negeri 1 Pariaman, Tarmizi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, dugaan keracunan muncul setelah para siswa menyantap makanan MBG yang disediakan pada hari ini.

Menu yang diberikan, ungkap Tarmizi, antara lain ayam goreng, sayur dan buah. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi perhatian karena merupakan perdana sejak pelaksanaan MBG di MTs Negeri 1 Pariaman.

“Ini yang perdana untuk MTs Negeri 1 Pariaman. Yang menjadi pertanyaan, dari sekian kali makanan bergizi gratis disediakan, kenapa baru kali ini terjadi seperti ini,” demikian keterangan Tarmizi sebagaimana disampaikan terkait kejadian tersebut.

Selain itu, pihak sekolah juga menemukan sesuatu yang dinilai tidak biasa pada salah satu komponen makanan, yakni cabai yang disebut berwarna hitam, berbeda dari cabai merah atau hijau yang biasanya digunakan.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa hingga kini masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai keracunan akibat makanan MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan medis maupun pemeriksaan sampel makanan oleh pihak berwenang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur penyedia makanan MBG belum memberikan konfirmasi resmi. Saat dilakukan penelusuran di lapangan, pihak yang bersangkutan disebut belum ditemukan sehingga belum diperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan, bahan makanan, maupun distribusi menu yang dikonsumsi para siswa.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik. Pemeriksaan terhadap sampel makanan, bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga kondisi kesehatan para siswa penting dilakukan untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Pihak sekolah dan keluarga siswa tentunya berharap seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka dapat segera pulih.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut.

Hak jawab dan klarifikasi dari pihak pengelola dapur MBG maupun pihak terkait tetap kami buka secara proporsional sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.(RAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *