Kandangan – LATIVI NEWS

Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin, Nursyam, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya menerapkan prinsip rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati dalam menjalankan tugas sebagai insan peradilan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada jajaran Pengadilan Negeri (PN) Kandangan Kelas I B, Senin (2/11/2026), di Ruang Sidang Tirta.

Dalam pembinaan yang turut dihadiri tim dari Pengadilan Tinggi Banjarmasin tersebut, Nursyam mengingatkan bahwa pelaksanaan tugas peradilan tidak cukup hanya berpedoman pada ketentuan dan prosedur, tetapi juga harus dilandasi sikap dan nilai moral yang kuat.

Ia mengutip pesan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., dalam pidato HUT IKAHI mengenai tiga hati yang harus menjadi pedoman bagi seluruh aparatur peradilan.

“Dalam menjalankan tugas, kita harus menggunakan tiga hati, yaitu rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati. Ketiganya harus menjadi pegangan kita, baik dalam menjalankan tugas sebagai hakim maupun sebagai aparatur pengadilan,” pesan Nursyam mengutip ucapan Ketua MA.

Sikap rendah hati mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang harus digunakan untuk melayani masyarakat, bukan untuk membangun kesombongan. Sementara itu, hati-hati mengandung makna bahwa setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam mengadili dan menjatuhkan putusan, harus dilakukan secara cermat karena memiliki konsekuensi hukum dan tanggung jawab moral.

Adapun sepenuh hati menuntut setiap aparatur menjalankan tugas dengan kesungguhan, dedikasi, dan ketulusan. Dengan demikian, pekerjaan tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk pengabdian dalam memberikan pelayanan dan menghadirkan keadilan.

Nursyam juga menegaskan bahwa prinsip tiga hati tersebut harus diterapkan oleh seluruh unsur pengadilan. Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut akan berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan publik dan terciptanya hubungan kerja yang harmonis antaraparaturnya.

“Apabila kita mampu menerapkan tiga hati ini dalam pekerjaan sehari-hari, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan akan semakin meningkat. Hubungan yang harmonis antaraparaturnya juga akan terjaga. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat berkontribusi mewujudkan visi Mahkamah Agung, yaitu badan peradilan Indonesia yang agung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PN Kandangan, Eko Setiawan, S.H., M.H., mengawali kegiatan dengan menyampaikan gambaran sumber daya manusia dan statistik perkara di PN Kandangan. Ia juga memohon dukungan dan doa bagi upaya PN Kandangan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan predikat paripurna.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan di PN Kandangan. Kami mohon dukungan dan doa agar ikhtiar menuju WBK dan predikat paripurna dapat berjalan dengan baik,” ujar Eko.

Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan profesionalitas aparatur pengadilan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(MN/FS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *