Foto : Aksi  unjuk rasa Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin 

 

Banjarmasin – LATIVI NEWS

Massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kota Banjarmasin sambangi Kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin melakukan Aksi unjuk rasa oleh karena banyaknya keluhan masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menurut mereka , pemadaman yang terus berulang telah menimbulkan kerugian, baik secara material maupun nonmaterial, sehingga masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang terbuka sekaligus kepastian kapan kondisi kelistrikan benar-benar kembali normal.

Dalam tuntutannya, aliansi meminta PLN membuka secara transparan dokumen dan data resmi mengenai penyebab gangguan sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng. Penjelasan tersebut, menurut mereka, harus disampaikan secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Selain itu, PLN juga didesak mempercepat pemulihan sistem distribusi listrik. Aliansi menetapkan target penyelesaian paling cepat pada awal Agustus dan selambat-lambatnya awal September 2026.

Tak hanya menuntut percepatan perbaikan, mereka juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan berupa pemotongan biaya listrik selama masa pemadaman bergilir berlangsung hingga sistem kembali normal.

Aliansi turut mendesak PLN menggelar konferensi pers resmi dalam waktu 2×24 jam dengan menghadirkan awak media, perwakilan masyarakat, dan pemerintah. Forum tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab pemadaman, progres perbaikan, hingga bentuk kompensasi yang akan diberikan.

Mereka juga meminta seluruh hasil tindak lanjut dipublikasikan melalui laman resmi dan media sosial PLN agar dapat diakses masyarakat secara luas.

Atas tuntutan yang disampaikan , Aliansi memberikan tenggat waktu 2×24 jam kepada PT PLN (Persero) UID Kalselteng untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

Selain kepada PLN, aliansi meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran struktural dan pengawas PLN UID Kalselteng. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan.

Perwakilan demonstran, Ahmad Sunir Ridha mengatakan seluruh tuntutan tersebut telah diserahkan kepada pihak PLN bersamaan dengan surat pernyataan sikap usai audiensi.

Ia menegaskan, apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada tindak lanjut yang jelas, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau tuntutan ini tidak diakomodasi sebagaimana mestinya, kami akan mengambil langkah yang lebih tegas. Kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dan mempertimbangkan langkah hukum agar persoalan ini benar-benar mendapat perhatian,” tegasnya.

Sementara itu, PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi. Kondisi kelistrikan yang sempat pulih dua pekan lalu kembali terganggu akibat munculnya masalah pada sejumlah pembangkit.

Permohonan maaf tersebut disampaikan manajemen PLN saat menemui massa aksi di depan Kantor PLN UP3 Banjarmasin.

Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Hendy Saifuddin menjelaskan, sistem kelistrikan di Kalimantan terhubung melalui jaringan interkoneksi yang melayani Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Seharusnya dua minggu lalu kondisi sudah normal, namun kami kembali mengalami gangguan di sisi pembangkit,” kata Hendy.

Ia menjelaskan, gangguan pada satu pembangkit dapat memengaruhi pasokan listrik di seluruh wilayah yang terhubung. Saat ini PLN masih melakukan perbaikan di PLTU Asam-Asam. Di saat bersamaan, muncul gangguan pada pembangkit di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, serta pembangkit milik Tanjung Power Indonesia.

PLN pun menyiapkan pemulihan secara bertahap. Pada 30 Juli, satu unit pembangkit dijadwalkan kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman diperkirakan berkurang dari sekitar lima hingga enam jam menjadi sekitar tiga jam.

Selanjutnya, pada 5 Agustus, tambahan pembangkit akan masuk ke sistem sehingga kondisi berubah menjadi siaga, yakni kapasitas pembangkit mulai seimbang dengan kebutuhan beban. Dalam kondisi tersebut, pemadaman masih berpotensi terjadi apabila muncul gangguan baru, namun dengan durasi yang lebih singkat.

Tahap berikutnya, PLTU Asam-Asam ditargetkan kembali beroperasi pada 29 Agustus. Setelah seluruh pembangkit tersebut masuk ke sistem, PLN menargetkan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali normal pada awal September.

Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani memastikan masyarakat akan mulai merasakan perbaikan sejak akhir Juli seiring bertambahnya pasokan daya.

“Insya Allah di awal September kondisi kelistrikan kita sudah pulih sepenuhnya. Mulai akhir bulan ini durasi pemadaman akan berkurang, kemudian bertahap sampai sistem kembali normal,” ujarnya.

PLN juga menanggapi kritik masyarakat terkait minimnya informasi mengenai penyebab pemadaman dan perubahan jadwal yang kerap berbeda dengan pengumuman awal. Akhyar mengakui penyampaian informasi masih menjadi evaluasi perusahaan.

Menurutnya, selama ini pemberitahuan lebih banyak disampaikan melalui grup WhatsApp pelanggan dan aplikasi PLN Mobile. Ke depan, PLN berjanji akan lebih terbuka menyampaikan perkembangan perbaikan pembangkit maupun penyebab terjadinya pemadaman.

“Ini menjadi evaluasi kami agar penyampaian informasi kepada masyarakat bisa lebih masif,” katanya.

(MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *