Jakarta – LATIVI NEWS
“Bismillahirrahmanirrohim, Kejuaraan Nasional Karate Go-Jukai Piala Jaksa Agung Republik Indonesia ketiga tahun 2026 secara resmi nyatakan dibuka.” Kalimat itu mengalir dari mulut Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin di GOR Ciracas, Jakarta Timur, saat secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari pada 25-27 Agustus 2026.
Hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Gojukai Indonesia, Jaksa Agung ST Burhanuddin didampingi sejumlah pejabat Kejaksaan RI seperti Ketua Umum Karate-Do Gojukai Indonesia Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung muda Pidana Umum, Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Rudi Margono, Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Dr. Kuntadi, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Dr. M. Ali Ridho, Kabadiklat Kejaksaan RI Harli Siregar, Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Patris, serta Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Sutikno.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung mengatakan Kejurnas tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus hasil pembinaan para atlet di tingkat daerah.
Menurutnya, pembinaan olahraga, khususnya cabang bela diri, membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, Kejagung berkomitmen mendukung pengembangan talenta-talenta terbaik agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Kejurnas tersebut juga diharapkan menjadi momentum bagi para atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan di daerah sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.
Melalui Kejuaraan Nasional ini diharapkan dapat menemukan dan membina bibit-bibit terbaik karatedo Gojukai dari seluruh Indonesia.
“Kejuaran ini harus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan melalui nasional hingga menuju kompetisi internasional,” tegas Jaksa Agung , Selasa(25/8/26)
Lebih jauh, Jaksa Agung mendorong setiap karateka Gojukai Indonesia untuk mempunyai keberanian dalam menetapkan target yang lebih tinggi. Gojukai Indonesia, ujar Jaksa Agung harus membangun sistem pembinaan atlet yang terencana, meningkatkan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, memperbanyak pertandingan, serta memastikan regenerasi berjalan secara konsisten
“Saya ingin melihat semakin banyak karateka Gojukai Indonesia yang berdiri di podium nasional maupun internasional. Namun lebih dari itu, saya juga ingin setiap karateka Gojukai tumbuh sebagai pribadi yang membawa nilai-nilai luhur karate di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.
Ajang tahunan ini menjadi wadah pertemuan ratusan atlet Karate-Do Gojukai terbaik dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak usia 10 tahun, remaja, hingga dewasa.
Sejumlah kategori dipertandingkan dalam Kejurnas Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026, meliputi Open Kumite dan Kata, kategori Master untuk peserta berusia di atas 50 tahun putra dan putri, serta kategori Festival Kata dan Kumite.
(MN)
