Foto : Wamenag Romo Muhammad Syafii
Jakarta – LATIVI NEWS
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman. Pernyataan ini disampaikan saat Wamenag menerima audiensi dari mantan Menpora Adhyaksa Dault yang hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat asal Wonosobo, Jawa Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa Dault mengungkapkan keprihatinannya atas masifnya kerusakan alam di Wonosobo akibat penebangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sayur intensif.
Menanggapi dilema antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Wonosobo, Wamenag mendorong masyarakat untuk menggunakan siasat pertanian yang lebih ramah lingkungan. Ia menyarankan penerapan teknik tumpang sari agar fungsi penyangga tanah dan habitat asli tidak hancur demi hasil jangka pendek.
“Kita bisa menyiasati melalui tumpang sari dan sebagainya tanpa merusak penyangga yang menjadi habitat di tanah Wonosobo. Dengan ini, keamanan dan kelestariannya terjamin, namun pada saat yang sama kita tetap mendapatkan hasil ekonomi lewat tanah yang kita jaga,” jelasnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Wamenag juga mengingatkan bahwa segala bentuk kerusakan di bumi, baik di darat maupun di laut, pada dasarnya adalah akibat dari ulah tangan manusia sendiri. Mengutip Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41, ia menjelaskan bahwa bencana merupakan peringatan agar manusia kembali kepada jalan Tuhan dengan memperbaiki cara mereka memperlakukan alam.
“Saudara-saudaraku, kita sangat membutuhkan alam untuk bisa hidup, tumbuh, berkembang, dan mencapai kesejahteraan. Karena itu, sangat wajar jika kita semuanya menjaga kelestarian alam. Terhadap alam yang sudah rusak, mari kita hijaukan kembali, dan terhadap alam yang masih bagus, jangan dirusak lagi,” ujar Romo Syafii.
Wamenag menekankan bahwa kesejahteraan generasi mendatang sangat bergantung pada kondisi bumi yang dihuni saat ini. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak dan berjuang dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
(MN/KA)
